Ratusan korban meninggal akibat banjir Wasior

Author: No Comments Share:
Banjir Wasior

Indonesia berduka lagi,banjir bandang menerjang Kecamatan Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat dan meluluh lantahkan semua yang dilewatinya.Sampai saat ini tercatat  sekitar 150 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya masing dinyatakan hilang.Banjir ini juga menhancurkan sekitar 80% kecamatan wasior,rumah-rumah penduduk serta berbagai infrastruktur porak poranda termasuk landasan udara yang seharusnya untuk distribusi logistik juga tidak bisa digunakan.

Sejumlah menteri terkait seperti Menko Kesra Agung Laksono dan Mensos Salim Segaf turun langsung ke lapangan memberikan bantuan. Mereka membawa bantuan uang tunai bagi para korban dengan nilai total Rp 2,5 miliar dan santunan awal sebesar Rp 4 juta rupiah untuk keluaga yang anggotanya tewas akibat banjir.
Freddy Numberi pun sudah mengintruksikan agar ribuan pengungsi Wasior dibawa ke Manokwari. KM Napulu yang tengah merapat di Nabire langsung merapat ke perairan dekat Wasior. Kapal ini diharapkan dapat mengangkut semua pengungsi yang sudah kehilangan tempat tinggalnya. Presiden SBY juga berencana mengunjungi pengungsi banjir bandang di Wasior.
Palang Merah Indonesia (PMI) juga telah membagikan bantuan kepada korban bencana alam ini. Ribuan paket perlengkapan rumah tangga sudah diterbangkan ke Wasior menggunakan pesawat kargo milik Ketum PMI, Jusuf Kalla. PMI juga menyemprotkan disinfektan ke tempat ditemukannya mayat agar tidak menyebarkan penyakit.

Entah apa penyebab pasti terjadi banjir wasior yang begitu besar ini.Tapi dugaan kuat adalah maraknya penebangan hutan di Wasior,hal ini terbukt dengan banyaknya potongan/balok kayu hasil penebangan hutan yang terbawa banjir.Mungkin inilah bukti lemahnya pengawasan terhadap hutan dan tidak tegasnya aparat dalam memberantas mafia hutan.

Previous Article

kaskus-The largest Indonesian Community

Next Article

Pindah Hosting ke hawkhost

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*